Patah Hati dan Nafsu Makan

Posted under HEALTHY on : 06/10/2017 16:17:10

Jakarta (Lampost.co) -- Saat patah hati, orang cenderung tidak nafsu makan. Jangankan ada keinginan untuk makan, melihat makanan saja tak berselera. Gert ter Host, Profesor Neurobiologi dan Direktur Neuroimaging Center  University Hospital, Groningen mengatakan, kehilangan orang yang dicintai memang bisa menyebabkan stres.

"Jadi, seluruh akibat dari patah hati tersebut akan menyebabkan stres dalam jangka panjang. Bisa juga menyebabkan detak jantung meningkat, tingkat kortisol dan adrenalin yang meningkat," ujarnya seperti dilansir Huffington Post.

Hal tersebut bisa menyebabkan sulit tidur di malam hari, perut keroncongan, namun secara bersamaan juga menolak makanan masuk ke dalam perut.

Saat patah hati, tubuh secara otomatis mengaktifkan mode "menolak". Menurut ter Host, hal ini juga menyebabkan pupil Anda melebar, alveoli paru melebar, dan jantung Anda berdetak lebih cepat.

Setelah itu, tubuh kemudian beralih masuk ke dalam mode bertahan hidup. Sehingga mengonsumsi makanan bukan lagi menjadi perhatian utama. Tubuh secara otomatis menekan rasa lapar yang Anda rasakan. Ada sedikit penyempitan pada otot perut dan usus yang berakibat pada perlambatan proses pencernaan makanan.

Selain respons dari fisik, emosi juga ikut berubah. Merasa sedih, depresi, atau marah memiliki efek langsung pada nafsu makan dan perasaan Anda dalam merasakan rasa makanan.

"Bagian otak yang bertanggung jawab atas emosi dan rasa emosional juga mengatur bagaimana kita makan, kebutuhan kita akan makanan, dan apa yang kita rasakan. Area yang mengurus fungsi ini saling berdekatan dan bisa saling memengaruhi," kata ter Host. 

Hal inilah yang mungkin dapat menjelaskan mengapa ketika Anda dicampakkan oleh kekasih, maka Anda akan merasa tidak nafsu untuk makan.



sumber : lampost.co