Raisa Gemar Baca Buku Psikologi

Posted under MUSIC on : 03/05/2017 14:15:41

Jakarta -- Penyanyi Raisa Andriana dikenal karena parasnya yang cantik dan suaranya yang merdu. Tak cuma itu, rupanya Raisa punya satu kebiasaan yang bikin tercengang.

 

Di tengah era digitalisasi seperti sekarang ini, Raisa masih sempat membaca buku. Bukan buku digital yang bisa diunduh via smartphone, melainkan buku fisik. Sebuah kebiasaan yang mulai langka dilakukan orang pada umumnya.

Raisa memiliki kegemaran membaca buku novel psikologi. Menurutnya, novel tersebut sangat menarik.

 

"Novel psikologi sangat menarik. Aku suka menganalisa, suka mempelajari human connection. Jadi, aku suka banget baca novel tentang psikologi," ujar Raisa, di Jakarta.

Kebiasaan membaca buku pun ternyata tak cuma satu atau dua bulan terakhir ia lakoni. Membaca buku rutin dilakukannya sejak kecil. Adalah sang ayah yang mendidik Raisa agar menyukai buku sejak dini.

"Ayahku gila baca buku dan selalu mengajari anak-anaknya agar membaca buku. Dia suka tanya tentang sesuatu hal, itu bagaimana sih caranya. Sebenarnya, dia sudah tahu jawabannya. Itu cuma cara dia untuk menggugah kita agar mencari jawaban di buku. Ayah suka bilang, 'Coba deh, buka buku itu. Kalau enggak tahu, besok kita beli buku tentang itu'," kata Raisa, mengenang masa kecilnya.

Semasa kecil, penyanyi yang kini berusia 26 tahun itu senang membaca beragam buku. Mulai dari buku tentang binatang hingga buku berisi ilmu pengetahuan alam.

Raisa merasakan manfaat membaca buku. Buku sangat membantu mengembangkan imajinasi dan menambah kosakata.

"Kalau nonton film, kita disuguhi visual. Jadi kita cukup melihatnya saja. Beda dengan membaca buku. Kita bisa berimajinasi lebih banyak di otak kita. Jadi menurutku, buku itu penting dan seru," kata pelantun Mantan Terindah ini.

Kegemaran Raisa membaca buku ini tentu menginspirasi. Bayangkan, jika semua generasi  muda bangsa Indonesia gemar membaca buku, maka akan muncul penerus bangsa yang berkarakter dan berwawasan luas. Sayangnya, saat ini minat baca masyarakat masih rendah. Indonesia menduduki peringkat 60 dunia dalam hal kegemaran membaca buku.

Minimnya minat baca dipengaruhi sejumlah faktor, seperti mahalnya harga buku dan terbatasnya akses mendapatkan buku. Masyarakat yang tinggal di pelosok kesulitan memperoleh buku karena distribusi yang tidak merata.
 

Sumber : lampost.co 

Foto : Raisa (Foto:MI/Immanuel Antonius)